Dugderan Meriah di SMP Negeri 25 Semarang: Tradisi dan Kreativitas Sambut Ramadan

 

Semarang, 26 Februari 2025 – SMP Negeri 25 Semarang menyelenggarakan perayaan Dugderan dengan penuh semangat dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, karyawan serta staf sekolah dan berlangsung meriah di lingkungan sekolah.

Rangkaian Acara

Acara diawali dengan persiapan oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan persiapan barisan untuk Karnaval Dugderan. Setelah semua siap, acara dibuka secara resmi oleh MC, yang kemudian dilanjutkan dengan seremoni pecah kendi sebagai simbol dimulainya Karnaval Dugderan.

 

 

Peserta Karnaval Dugderan berjalan dengan penuh semangat mengikuti rute yang telah ditentukan, mengenakan pakaian adat dan atribut khas Dugderan yang menambah keceriaan suasana.

 

Setelah karnaval selesai, seluruh peserta kembali ke SMP Negeri 25 Semarang untuk melanjutkan rangkaian acara. Ibu Asteria Flora Riatrisnantika, S.Pd, M.Pd selaku pengawas sekolah, serta Bapak Drs. Habsoro Dewanggono, M.Pd selaku kepala sekolah, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kebersamaan dan pelestarian budaya dalam menyambut Ramadan.

Hiburan, Tari, Rebana dan Fashion Show Busana Daur Ulang

Setelah sambutan, acara dimeriahkan dengan berbagai hiburan, diawali dengan Tari Gebyar Dugder, yang memukau dengan gerakan dinamis dan penuh semangat. Dilanjutkan dengan penampilan Rebana, yang mengumandangkan lantunan shalawat dengan harmonis, menambah nuansa religius pada acara.

Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah Fashion Show Busana Daur Ulang, di mana para siswa tampil mempesona dengan pakaian berbahan daur ulang. Busana yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas siswa dalam upcycling fashion, menggunakan bahan-bahan bekas seperti plastik, kertas, kain perca, dan bahan daur ulang lainnya.

 

Penutup Acara

Setelah fashion show, acara berlanjut dengan penyerahan suhuf halaqah, yang kemudian dibacakan oleh Bapak Habsoro, memberikan pesan moral dan nilai-nilai Islam kepada seluruh peserta. Dilanjutkan dengan pemukulan bedug sebagai tanda semaraknya perayaan Dugderan.

Sebagai bagian dari tradisi, peserta mendapatkan roti ganjel rel dan air khataman Al-Qur'an 30 juz, sebagai simbol keberkahan dalam menyambut bulan Ramadan.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pak Yusuf, dilanjutkan dengan penutupan resmi oleh MC 

Dengan semangat Dugderan dan kreativitas. SMP Negeri 25 Semarang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Semoga semangat ini terus berlanjut dan membawa berkah bagi seluruh keluarga besar SMP Negeri 25 Semarang.

Selamat menyambut Ramadan!

 

 

-Intan Okedwiana- Pengelola Web SMPN 25 Semarang-