• Hubungi Kami(024) 3541747 - 3513437
  • Login

Semarak Lomba Agustusan SPEDUMA Tahun Ajaran 2026/2027, Kobarkan Semangat Kemerdekaan dengan Sportivitas dan Keceriaan

 

SPEDUMA — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, SPEDUMA menyelenggarakan berbagai perlombaan Agustusan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kekompakan, kreativitas, keberanian, serta sportivitas di kalangan peserta didik.

Beragam lomba tradisional dan permainan penuh keceriaan telah disiapkan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mempererat rasa persaudaraan antarpeserta. Tidak hanya mengandalkan kecepatan, setiap perlombaan juga membutuhkan kerja sama tim, konsentrasi, ketangkasan, keseimbangan, serta kemampuan peserta dalam mengikuti aturan yang telah ditentukan.

Pelaksanaan lomba Agustusan SPEDUMA berlangsung selama tiga hari, yaitu Rabu, 12 Agustus 2026, Kamis, 13 Agustus 2026, dan Jumat, 14 Agustus 2026. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan suasana penuh semangat dan keceriaan, dengan beberapa perlombaan dipusatkan di lapangan tengah dan area parkiran mobil.

Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan menciptakan kenangan positif bagi seluruh peserta didik dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Enam Perlombaan Penuh Keseruan

Pada perayaan Agustusan tahun ini, panitia menyiapkan enam jenis perlombaan, yaitu lomba mancing kerupuk, lomba baris balon, lomba memasukkan bola dalam gelas, lomba tangkap balon memakai sarung, lomba ayam lari, serta lomba tangkap balon menggunakan kresek.

Masing-masing perlombaan memiliki aturan dan tantangan yang berbeda sehingga peserta dituntut untuk memiliki strategi dan ketelitian agar dapat menjadi yang terbaik.

1. Lomba Mancing Kerupuk

Perlombaan pertama adalah lomba mancing kerupuk yang dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026 di lapangan tengah. Lomba ini diikuti oleh dua orang peserta, yaitu satu peserta putra dan satu peserta putri.

Pada babak penyisihan, peserta bertanding dalam kelompok yang terdiri atas empat peserta. Dua peserta dengan catatan waktu tercepat berhak melaju ke babak berikutnya.

Dalam perlombaan ini, salah satu tangan peserta wajib dilipat di belakang punggung selama perlombaan berlangsung. Joran atau stik pancing dapat diklem atau dipegang menggunakan satu tangan. Peserta kemudian harus mengarahkan kail hingga berhasil menyangkutkan kerupuk ke mulut.

Setelah kerupuk berhasil tersangkut, peserta wajib memakan dan menghabiskan kerupuk tersebut tanpa menggunakan tangan. Untuk menambah keseruan, kerupuk yang digunakan dalam perlombaan diberi kecap.

Peserta dituntut memiliki konsentrasi, kesabaran, sekaligus kecepatan. Apabila ditemukan kecurangan selama perlombaan berlangsung, peserta atau tim dapat dinyatakan didiskualifikasi.

Perlengkapan yang digunakan meliputi pancing, benang bangunan, kerupuk, dan dua buah kursi. Perlombaan ini dikoordinasikan oleh Halisa, Nia Ahda, dan Dara.

2. Lomba Baris Balon

Masih pada Rabu, 12 Agustus 2026, peserta juga akan mengikuti lomba baris balon. Perlombaan ini diperuntukkan bagi empat orang peserta putri dalam satu tim dan dilaksanakan di lapangan tengah.

Lomba baris balon mengutamakan kekompakan dan kerja sama tim. Balon harus dijepit di antara dada peserta yang berada di belakang dengan punggung peserta yang berada di depannya.

Dengan jumlah empat orang dalam satu tim, maka terdapat tiga balon yang harus dijepit dan dipertahankan agar tidak jatuh selama perjalanan.

Setiap tim akan berbaris memanjang ke belakang di belakang garis start. Panitia kemudian meletakkan balon di antara peserta. Setelah seluruh peserta siap, tim harus melewati lintasan yang telah dibuat secara zigzag menuju garis finish.

Untuk menjaga sportivitas, peserta tidak diperbolehkan memegang balon maupun memegang tubuh teman. Posisi tangan dapat diangkat ke atas, dilipat di dada, atau diletakkan di belakang pinggang masing-masing sesuai kesepakatan tim.

Saat aba-aba dimulai atau peluit dibunyikan, seluruh anggota tim harus berjalan bersama-sama menuju garis finish. Peserta harus menjaga langkah agar tidak terlalu lebar atau tidak seirama sehingga menyebabkan balon jatuh.

Balon tidak boleh jatuh ke tanah maupun pecah selama perlombaan. Apabila balon jatuh atau pecah di tengah perjalanan, tim dinyatakan didiskualifikasi.

Pemenang adalah tim yang seluruh anggotanya berhasil melewati garis finish dengan kondisi balon masih utuh dan terpasang lengkap.

Lomba ini dikoordinasikan oleh Nofi, Ningrum, Nindia, dan Khansa, dengan perlengkapan utama berupa balon.

  

3. Lomba Memasukkan Bola dalam Gelas

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, rangkaian perlombaan dilanjutkan dengan lomba memasukkan bola dalam gelas yang dilaksanakan di lapangan tengah.

Setiap tim terdiri atas empat orang peserta. Pada babak penyisihan, peserta bertanding dalam kelompok yang terdiri atas empat peserta dan dua peserta dengan waktu tercepat akan melaju ke babak berikutnya.

Dalam permainan ini, empat gelas plastik disusun berderet lurus di atas kepala peserta. Peserta harus membawa dan memindahkan bola sesuai mekanisme permainan yang telah ditentukan tanpa melewati garis batas atau foul line.

Apabila bola terjatuh, peserta harus mengulang kembali dari awal. Setiap anggota tim harus bekerja secara bergantian hingga bola berhasil dipindahkan sampai kepada peserta terakhir.

Kemenangan ditentukan berdasarkan tim yang paling cepat menyelesaikan seluruh rangkaian permainan dan berhasil memindahkan bola hingga peserta terakhir.

Lomba ini menggunakan perlengkapan berupa bola pingpong, gelas plastik atau gelas Aqua, dan rafia. Pelaksanaan lomba dikoordinasikan oleh Novia, Nurul Putri, dan Afiqa.

4. Lomba Tangkap Balon Memakai Sarung

Keseruan semakin meningkat dengan hadirnya lomba tangkap balon memakai sarung. Perlombaan ini diikuti oleh satu orang peserta dan dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 di lapangan tengah.

Peserta harus melemparkan satu balon ke udara. Selama balon masih berada di udara dan telah melampaui tinggi kepala peserta, peserta harus dengan cepat mengenakan sarung.

Tantangan utama dalam permainan ini adalah peserta harus terus menjaga balon agar tetap berada di udara. Peserta diperbolehkan bergerak cepat untuk memukul atau mengarahkan kembali balon ke atas hingga sarung berhasil dikenakan dengan baik.

Pemenang ditentukan berdasarkan peserta yang paling cepat berhasil mengenakan sarung dengan baik tanpa menjatuhkan balon ke lantai.

Perlombaan ini dikoordinasikan oleh Salsa, Rizqi Khayla, dan Naya, dengan balon sebagai perlengkapan utama.

5. Lomba Ayam Lari

Pada Jumat, 14 Agustus 2026, perlombaan dilanjutkan dengan permainan yang tidak kalah menarik, yaitu lomba ayam lari.

Lomba ini diikuti oleh dua orang peserta, terdiri atas satu peserta putra dan satu peserta putri, serta dilaksanakan di lapangan tengah.

Peserta harus berjalan dalam posisi membungkuk dengan meletakkan gelas cup yang berisi air di atas punggung. Selanjutnya, peserta harus bergerak dari garis start menuju garis finish dengan menjaga agar gelas tetap berada di atas punggung dan air di dalamnya tidak tumpah.

Jika gelas terjatuh atau air tumpah, peserta dinyatakan gugur.

Pemenang ditentukan berdasarkan dua kriteria, yaitu peserta yang berhasil mencapai garis finish terlebih dahulu atau peserta yang mampu menempuh jarak paling jauh dibandingkan peserta lain yang telah gugur.

Perlombaan ini menggunakan cup berisi air sebagai perlengkapan dan dikoordinasikan oleh Rizki, Rama Safa, dan Silvi.

6. Lomba Tangkap Balon Pakai Kresek

Sebagai penutup rangkaian lomba, SPEDUMA menghadirkan lomba tangkap balon menggunakan kresek yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Perlombaan ini diikuti oleh dua orang peserta, yaitu satu peserta putra dan satu peserta putri. Berbeda dengan beberapa perlombaan sebelumnya, lomba ini dilaksanakan di area parkiran mobil.

Dalam permainan ini, salah satu peserta bertugas melemparkan bola kepada teman yang menjadi target. Peserta yang menjadi target harus memegang kresek dalam kondisi terbuka menggunakan kedua tangannya untuk menangkap bola.

Jarak antara kedua peserta kurang lebih dua meter. Permainan berlangsung selama satu menit dan dilakukan secara terus-menerus. Peserta harus berusaha melakukan lemparan dan tangkapan sebanyak mungkin tanpa membuat bola jatuh ke tanah.

Pemenang ditentukan berdasarkan peserta atau tim yang berhasil melakukan tangkapan terbanyak dalam waktu satu menit.

Perlengkapan yang digunakan adalah bola dan kresek, sedangkan pelaksanaan lomba dikoordinasikan oleh Sela, Rizki Dewa, dan Arya.

Menumbuhkan Sportivitas dan Kebersamaan

Enam perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Agustusan SPEDUMA Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut dirancang dengan mengedepankan unsur kegembiraan, kerja sama, ketangkasan, dan sportivitas.

Setiap peserta tidak hanya dituntut untuk menjadi yang tercepat atau paling tangkas, tetapi juga harus mampu mengikuti aturan permainan dengan baik. Kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dari pelaksanaan lomba karena kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang mampu bertanding secara jujur dan sportif.

Melalui kegiatan ini, semangat kemerdekaan diharapkan dapat semakin terasa di lingkungan sekolah. Keceriaan yang tercipta selama perlombaan menjadi ruang bagi peserta didik untuk berinteraksi, saling mendukung, dan mempererat hubungan antarteman.

Selain itu, permainan-permainan sederhana seperti lomba kerupuk, baris balon, hingga tangkap bola juga menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sederhana, penuh kebersamaan, dan menyenangkan.

Semangat Kemerdekaan, Semangat Kebersamaan

Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat pantang menyerah, keberanian, kerja sama, disiplin, dan sportivitas menjadi nilai-nilai yang dapat ditanamkan melalui kegiatan perlombaan di sekolah.

Melalui semarak lomba Agustusan SPEDUMA Tahun Ajaran 2026/2027, seluruh peserta diharapkan dapat menikmati setiap proses pertandingan dengan penuh kegembiraan. Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah perlombaan, sedangkan kebersamaan, pengalaman, dan semangat untuk berpartisipasi menjadi hal yang jauh lebih berharga.

Dengan semangat “Semangat Kemerdekaan, Semangat Kebersamaan”, rangkaian lomba Agustusan SPEDUMA diharapkan dapat menjadi momen yang menyenangkan sekaligus meninggalkan kesan positif bagi seluruh warga sekolah.

Dirgahayu Republik Indonesia! 

Terus bergerak, terus berkarya, dan terus menjaga semangat persatuan dalam kebersamaan.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!